Indahnya langit Bali

18 07 2009

Senin, 12/07/2009 <04.30 WITA>

Pagi tadi udara sangat dingin, menyengat kulit, kubenahi selimutku untuk mengusir rasa dingin itu.
Kucoba tuk pejamkan mata lagi, namun tidak bisa. Nun jauh di sana sayup-sayup terdengar suara azan sangat lirih.
Suara azan disini memang jarang terdengar, bahkan bisa dikatakan sangat langka. air wudhu terasa lebih dingin
dari pada udara pagi. aku ingin mendekat kembali kepada sang “Causa Prima” yang beberapa waktu lalu telah aku tinggalkan.
Dalam sujudku kupanjatkan doa agar sang Khalik selalu menyertai dan menaungiku dalam perjalanan hidupku. Aku sadar bahwa
selama ini aku egois, hanya meminta jika aku butuh, dalam segala hal. Tak pernah terbayangkan jika sang Khalik tidak Maha
Pemurah.

Seminggu lebih aku melupakan hiruk-pikuk aktivitas dan rutinitas pekerjaan yang tiada akhir. seminggu ini
aku benar-benar menikmati ketenangan di kampung halamanku, di belahan lain waktu nun jauh di sana. Masih terasa kesejukan
udara kampungku, masih terngiang sapaan lembut orang-orang desa kecilku, masih tercium asap mengepul dari bakul nasi yang
digendong untuk suami tercinta di sawah. Masih terlihat semburat pesona cerah wajah petani takkala melihat padinya menguning
siap panen. Aku sungguh menciatai semua itu, alam, hembusan anginnya, gemercik airnya, kicauan burungnya, derit dahan pohonnya
segalanya. Namun, sekarang ironis, meskipun sekarang bidang kerjaku di “sektor itu” aku tak merasakannya. Tapi aku tetap
bersyukur dan menikmati semua ini.

Jam masih menujukkan pukul 05.00 WITA. Sang Mentari belum mendongakkan wajahnya dengan congkak memanasi Bali. Orang-orang
di belahan bumi barat pasti masih terlelap, bercanda dengan mimpi-mimpinya.Kubuka laptopku, yang selama seminggu ini
aku tinggalkan. Masih ada waktu untuk menyelesaikan pekerjaanku yang tertunda. Tulisan “DEAD LINE” masih terpampang jelas
di storeoform di depanku. Ada data-data yang harus aku rekap dan Up Load. Mulai ke sentuh tuts-tuts keboard laptopku dengan
lembut, seakan tanganku bekerja tanpa memperdulikan otakku. Kurasakan sisi positif aku “menghilang” selama seminggu. FRESH!!
Selesai sudah apa yang harus aku kerjakan, tinggal upload.

06.45 WITA

Kubenahi kamarku dan siap berangkat. Udara dingin menusuk tulangku, pagi yang dingin, mendung. Mess masih sepi orang-orang
belum bangun. Jalanan Denpasar masih lengang, hanya beberapa ibu2 yang tampak tergesa-gesa dan mengomeli anaknya yang pemalas.
Kantor masih terasa sepi, mungkin orang – orang berpaham “I Hate Monday”. Segera kuhabiskan sarapanku, dan segera naik ke atas.
ruangan kantorku berada di lantai dua, ini satu hal yang kubenci, harus naik turun tangga meskipun bisa untuk sekalian berolahraga.
Secangkir kopi dan sebatang rokok memicu semangatku. Segera kubuka laptopku, pekerjaan sudah harus cepat diselesaikan, pikirku.
Oh.. ternyata jaringan sedang error. Sial! apa yang salah, minggu kemarin sebelum kutinggal fine-fine aja.

Dibawah masih sepi, ternyata teman-teman yang lain dapat dinas luar. Dikantor hanya tinggal beberapa orang saja. Aku masuk ke ruang
server, ternyata sudah ada pesan “mas, kata pihak telkom jaringan sedang di perbaiki, tolong nanti di confirm”. Yah… apa boleh buat,
ternyata semua tidak berjalan seperti apa yang kuharapkan.

Hari semakin sore, langit mendung kelabu. Membuat si Congkak tak berani menampakkan mukanya. Gerimis turun dengan lembut, membasahi
kaca jendela ruanganku. Aku berdiri, menatap keluar jendela. Orang-orang berlarian menghindari sejuknya gerimis. Hembusan angin
menambah suasana muram hari itu. Tampaknya langit tak bersedia memberi ruang kapada sang mentari, untuk menyemangati hari ini dengan
sinarnya. Tiba-tiba telpon berdering, ” Halo… Mas saya pulang duluan, di bawah sudah tidak ada orang, nanti jangan lupa dikunci
dan bawa aja kuncinya ya…” “Ya!” jawabku singkat.

Aku kembali duduk, menggeliat, uh…lumayan, rasa penat agak menghilang. Jam masih menunjukkan pukul 15.15 WITA, tapi orang-orang
sudah pulang. Aku berpikir sejenak, aku ambil kameraku, aku cek, ternyata foto-foto kemarin belum kutransfer. Sudah lama aku tidak
“hunting” mencari bayangan imajiner yang “mungkin” hanya dapat aku nikmati sendiri. Photography adalah obat penyembuh kejenuhanku
disini.Aku sangat menikmati hal satu ini. Aku ingin merekam semua moment yang ada ke dalam sebuah foto yang semua orang dapat mengimajinasikannya.

Kususuri jalan Kota Denpasar yang mulai padat. Kuta, itulah tujuanku. Sudah lama aku tidak meyambangi tempat ini. Meskipun menjadi
salah satu tujuan wisata, namun aku tidak terlalu tertarik Tempat ini sudah layaknya pasar dengan hiruk-pikuknya. Tapi saat ini kuta
berbeda, lengang. Mungkin musim liburan sudah usai dan hari senin. Hanya beberapa orang dan turis asing yang tampak di situ, termasuk aku.
Aku berjalan menyusuri pantai kuta. Setelah beberapa saat berjalan, aku berhenti. Cocok! pikirku. Tempat ini point yang pas buat nyari obyek.

Langit masih di warnai dengan mendung-mendung sisa gerimis tadi siang, sang matahari mulai lelah memberikan energinya. Sinarnya bagaikan
kuas dan tinta yang memberikan warna-warni pada awan-awan yang berarak memburu sang congkak. Dari ufuk barat terlihat kuning merah menyala,
semakin ke timur warnanya berubah menjadi lebih redup, merah tua, jingga dan akhirnya kelabu.

To Be Continued…………..





||Beatifull Afternon||

20 02 2009

kagebunshin no jutsu……. hape ku berdering, aku kaget dari keseriusanku mempelototi layar laptopku, ada no baru yang masuk, “hari ni cancel pertemuannya” pesan singkat yang ku baca. kuberpikir sejenak, oo.. dari instruktur les privatku, gumanku. Ku lihat lagi layar laptopkku, ah… masih lom konek juga jaringan LAN yang mau dibangun. sudah dua hari ini, aku melakukan analisi jaringan untuk membangun jaringan baru dikantorku. Software Packet Tracer yang aku gunakan memang cukup membantu, tp belum ngasih solusi yang pas buat bangun jaringan yang baru. Rasanya udah jenuh me-utak-atik simulasi jaringan di PT.

uuaahh… aku menggeliat, rasanya enak banget, udara diruangan ini semakin dingin, apa karena hr semakin sore? ah, matahari masih gagah di langit barat, ooh… ini rupanya, pantesan dingin, AC di set 16 derajat dengan Flow Fan maksimun… ku matikan AC ruangan, sepi, orang-orang sudah pulang, wah sudah jam 5 waktu Bali rupanya. Turun. Lantai satu juga sudah sepi, berarti tinggal aku sendiri pikirku.Cepat-cepat aku bereskan barang2ku. cabut!

Jalanan masih biasa, ga terlalu rame. Renon, masih banyak orang yang berolah raga sore, padahal matahari sudah ga berani lagi memperlihatkan sinar keangkuhannya….

bersambung…..

>lanjut…<

Sore semakin terasa, matahari semakin meredup, langit seketika berubah warna, dari biru dengan bercak awan putih dan abu2 menjadi jinga, kuning dan ungu… wuih… gradasi warna yang sangat indah. Tuhan menunjukkan kekuasaaanya, sang pencipta keindahan menunjukkan tajinya, sekarang manusia bisa melihat jangkauan otak dan rasa mereka belum ada apa2 nya dibandingkan dengan seni ciptaan tangan tuhan.

Termenung, itu yang ku lakukan, jalan Tukad Badung semakin sepi, cahaya semakin menghilang, namun langit semakin indah ditatap. Tiba2 buyar… ah.. sialan lupa ga bawa kamera! secepat kilat aku kembali ke mess ngambil kameraku, moga2 aja masih dapet momen yang jarang ini. matahari semakin cepat saja tenggelam ketika mau kuambil momennya. tampaknya dia malu dengan ku, dengan berlari kecil aku menuju sawah disamping mess, jepret..jepret.. yah.. yang penting masih dapet lah…

sore itu memang indah…

|| Kalo mo liat fotonya klik aja di http://adextiyan.multiply.com , soalnya ga ngerti cara upload foto di Blog ini :p ||





Kisah Kasih Kadal yang Terjerat

9 10 2008

Ini sebuah kisah nyata yang terjadi di Jepang.

Ketika sedang merenovasi sebuah rumah, seseorang mencoba merontokan tembok. di
Jepang biasanya rumah memiliki ruang kosong di antara tembok yang terbuat dari
kayu.

Ketika tembok mulai rontok, dia menemukan seekor kadal terperangkap di
antara ruang kosong itu karena kakinya terjerat pada sebuah paku. Dia
merasa kasihan sekaligus penasaran.

Lalu ketika dia mengecek paku itu, ternyata paku tersebut telah ada disitu
sejak rumah itu pertama kali dibangun 10 tahun lalu. Apa yang terjadi? Bagaimana
kadal itu dapat bertahan dengan kondisi terperangkap selama 10 tahun???

Dalam keadaan gelap selama 10 tahun, tanpa bergerak
 sedikitpun, itu adalah
sesuatu yang mustahil dan tidak masuk akal.

Orang itu lalu berpikir, bagaimana kadal itu dapat bertahan hidup selama 10
tahun tanpa berpindah dari tempatnya sejak kakinya melekat pada paku itu!

Orang itu lalu menghentikan pekerjaannya dan memperhatikan kadal itu, apa yang
dilakukan dan apa yang dimakannya hingga dapat bertahan.

Kemudian, tidak tahu darimana datangnya, seekor kadal lain muncul dengan
makanan di mulutnya.... Ahhhh!

Orang itu merasa terharu melihat hal tersebut. Ternyata ada seekor kadal lain
yang selalu memperhatikan kadal yang terperangkap itu selama 10 tahun.

Sungguh ini sebuah cinta... tentu cinta yang indah. Cinta dapat terjadi
bahkan pada hewan yang kecil seperti dua ekor kadal itu. Apa yang dapat
dilakukan oleh cinta? tentu saja sebuah keajaiban.

Bayangkan, kadal itu tidak pernah menyerah dan tidak pernah berhenti
memperhatikan pasangannya
 selama 10 tahun. Bayangkan bagaimana hewan yang kecil
itu dapat memiliki karunia yang begitu menganggumkan.

Sungguh, ini tidak lain merupakan satu bagian (kecil) dari cara Allah
memelihara ciptaan2-Nya. Kepada orang2 yang dikehendaki-Nya, Dia
memperlihatkan keajaiban2 seperti hal diatas agar semakin yakinlah orang2 yang
beriman kepada-Nya. Subhanallah.




||Segalanya ||bisa|| berubah|| di|| dunia|| ini||

19 09 2008

Hujan….

Jam menunjukkan 4 lebih seperempat menit waktu Bali. Kling…. Terdengar bunyi message di YM, Ada!! cuma ada kata itu. Langit semakin gelap, bulir-bulir air sudah turun dengan teratur namun masih jarang. Angin semakin kencang berhembus. Daun-daun Sawo Kecik saling beriak terhembus angin. Kulongokkan kepalaku melihat langit yang semakin gelap dari balkon kantorku. Hembusan AC semakin dingin menusuk kulitku. Agak tergesa kubereskan Lappyku. Beres!! Saatnya pulang!!

Bergegas ku ke lantai 1, Kosong!! Semua sudah pulang! Sial!! kataku dalam hati, pasti aku ditinggal! Benar juga, ku cek tempat kunci dan ternyata mobil sudah dibawa semua, tinggal dua motor yang tersisa. Pasti kehujanan nih!! pikirku.

Hujan pertama di Denpasar, pasli lebat dan lama. Sepi… Mess yang seharusnya ada penghuninya kini kosong. Semua pada pergi, ada urusan yang harus diselesaikan sebelum hujan datang, karena kalo sudah hujan pasti lama dan urusan bisa tertunda.

Malam semakin larut dan hujan turun  sangat lebat. kurebahkan tubuhku di atas kasur. kunyalakan televisi, ah… ga ada acara yang menarik!

Hari pertama di Denpasar, hari pertama kerja, hari pertama di kantor, dan hari pertama hujan!








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.