kisah tentang seorang lelaki yang beruntung (Part 1)

7 08 2016

Ini hanyalah sebuah cerita. Kenapa aku tulis kalimat awal seperti itu? yah… karena mungkin sebagain orang menganggap hal ini bukanlah hal yang penting. Namun, bagi sang lelaki dalam cerita ini, itu hal yang sangat berarti.

Kisah ini berawal di tahun 2001, atau mungkin dua tahun lebih awal, pada saat sang lelaki itu berada di kelas dua SMA. Suatu saat, mata sang lelaki itu melihat sosok wanita di dalam kelasnya. Ketika sang  lelaki itu melihat sang wanita, hatinya berdegup kencang, jantungnya memompa darah ke seluruh tubuh 3x lebih cepat. Rupanya saat sang lelaki itu itu melihat sang wanita, Tuhan meniupkan benih cinta di hati sang lelaki itu. Seiring berjalannya waktu, benih cinta itu tumbuh subur dihati sang lelaki itu. Bunga cinta itu bermekaran di hatinya, membuat hari-hari sang lelaki begitu indah. dan ternyata, Tuhan juga meniupkan benih cinta di hati sang wanita. Begitu pula dengan benih cinta sang wanita, begitu tumbuh subur dihatinya. Hari-hari mereka lalui dengan penuh keindahan, kebahagiaan.

Pada suatu ketika, sang lelaki harus meninggalkan sang wanita, untuk masa depan. Akhirnya mereka berpisah, sang wanita berada di kota yang Istimewa, sedang sang lelaki berada di kota yang syahdu penuh hujan.  Mereka berpisah tanpa komitmen, namun hati mereka masih bertaut. Setidaknya hal itulah yang dipercayai oleh sang lelaki, bagi sang lelaki itu, komitmen mereka adalah cinta yang tumbuh di hati mereka berdua.

Akhirnya sang lelaki berangkat di kota syahdu, dengan membawa sebuah buku diary dan sebuah foto diri dari sang wanita. Sang lelaki dengan langkah mantap menuju kota syahdu. Tanpa ragu meninggalkan sang wanita di kota Istimewa. Dia yakin akan kembali untuk untuk wanita yang dicintainya. Dan dia juga yakin kalo sang wanita akan selalu setia menunggunya. Entah sampai kapan sang waktu akan menguji mereka, tp sang lelaki yakin kekasih hatinya akan setia menunggunya.

Nun jauh di kota syahdu sana, sang lelaki selalu merindukan sang wanita. Dia dengan senang hati menunjukkan foto diri sang wanita kepada teman-temannya. Dia dengan penuh keyakinan dan tanpa keraguan menunjukkan bagaimana dia begitu mencintai sang wanita. Kadang kala, dua sejoli ini melepas rindu dengan telpon untuk sekedar mendengar suaranya. Sang lelaki bercerita tentang kehidupannya untuk dibagi kepada sang wanita, dengan hati yang bahagia, berharap meskipun jauh, dia bisa berbagai kehidupan dengan sang wanita. Sang lelaki menceritakan, kehidupannya di kota nun jauh disana dengan teman-temannya. Tentang tawa, canda sedih senang, berharap dia bisa tertawa bersama dengan sang wanita, bisa bercanda dengan sang wanita, bisa sedih menangis dengan sang wanita. Kadang sang lelaki juga menanyakan hal yang sama kepada sang wanita, namun sang wanita hanya diam. Kdang sang lelaki juga ingin tahu kehidupan sang wanita di kota istimewa, ingin berbagi canda dan tawa, ingin berbagi kesedihan apa yang dilalui sang wanita, namun sang wanita hanya diam. Kadang sang lelaki ingin mengenal dan dikenalkan teman-teman sang wanita, namun sang wanita hanya menjawab ” aku tidak punya teman dekat, teman dekatku hanya si Mawar dan Si Melati”. Kadang, sang lelaki juga bertanya, “adakah teman laki-lakimu” aku ingin tahu, ingin kenal” ang wanita hanya menjawab ” Aku tidak punya teman laki-laki”. sang lelaki berkata ” tidak apa-apa kamu punya teman laki-laki”, namun sang wanita tetap menjawab, ” aku tidak punya”.

Betapa bahagianya sang lelaki, diberi anugerah cinta oleh Tuhan untuk mencintai seorang wanita yang setia. Tanpa sedikitpun ragu, tanpa sedikitpun hatinya tergoda untuk berperasaan dengan wanita lain. Dan dia selalu berdoa kepada Tuhan ” Ya, Tuhan… Engkaulah yang menanamkan benih cinta ini dihatiku, maka itu jagalah selalu hatiku, untuk selalu mencintainya, tumbuhkanlah bunga – bunga cinta sehingga tidak ada ruang rasa bagi wanita selain dia. Ya Tuhan… Jadikanlah dia hanya satu-satunya wanita yang aku cintai dalam hidupku, jadikanlah dia permaisuri hatiku, jadikanlah dia yang selalu menjaga hatinya untukku, sucikanlah hatinya untukku. Ya Tuhanku… Aku mohon kabulkanlah doaku…”

Dan lelaki itu adalah lelaki yang beruntung, dikabulkanlah doanya. dijaganya hati laki-laki itu dari memiliki rasa dengan wanita lain. dijadikanlah dia bodoh dengan cinta wanita itu. dijadikanlah wanita itu satu-satunya yang dia cintai dalam hidupnya. dijadikanlah hatinya hanya mencintai wanita itu sepanjang hidupnya. dimekarkanlah bunga-bunga cinta untuk wanita itu.  Dan dia adalah benar-benar lelaki yang beruntung, di kota syahdu dia selalu merindu, menunggu bertemu dengan sang wanita pujaan hatinya.

>>>to be continued<<<





Hidup itu dinamis

7 08 2016

Beberapa hari ini kantor sedang galau. Galau mungkin saat ini kata yang paling tepat untuk menggambarkan kondisi kantor saat ini. Entah apapun itu yang terjadi, biarlah terjadi. Semua sudah ada yang ngatur. Jangan pernah merasa bisa menentukan apa yang terbaik bagi manusia, karena yang bisa menentukan itu hanyalah Tuhan. Jika Tuhan berkehendak lain, apapun keinginan seorang manusia tidak akan terwujud.





Aku tak dapat menolaknya

2 03 2012

“kling” terdengar bunyi sms masuk di smartphone ku. Kubiarkan.

Jam menunjukkan 19.39 WITA. Selesai mandi dan makan, badanku terasa nyaman.

“kling” smartphoneku berbunyi lagi.  Dua pesan masuk ke dalam inboxku.

“lagi apa wee?”

“sibuk banget ya we, ga sempet bales smsku”

Aku berpikir sejenak, tumben ya dia sms, biasanya diem-diem saja.

Kupencet tombol warna hijau di smartphoneku.

“hallo…. gmn kabarnya….sorry…tadi masih sibuk, ga sempat bales sms” cerocos ku

“hai… wee, ga papa kok” balesya, “aku pengen sedikit cerita ke kamu kalo ada waktu” katanya

“heeem…. buatmu selalu ada waktu, ada apa sebenernya…” kataku

“Ssshhh…..” dia mendesah, “aku harus mulai dari mana” katanya lagi.

“dari mana saja, aku akan mendengarkanmu” kataku datar sambil menghisap rokokku dalam-dalam”

Awalnya…. tentu kamu sudah mendengar apa yang terjadi padaku…. Yah…. itulah yang terjadi meskipun semua yang kamu dengar itu tidak selamanya benar.

“apa yang sebenernya terjadi” kataku datar.

Berawal dari pelarian,mungkin, tapi itu yang aku rasakan. Perkenalan singkat membawaku ke hubungan yang lebih dalam. Akupun larut di dalamnya. Awal yang salah, yah… itulah. Seharusnya aku tahu. Tapi, Awal itu begitu manis. Aku sungguh terbuai.

Hanya dengan sebuah pesan singkat, ya… hanya dengan pesan singkat. Seperti itulah hubungan terlarang ini dimulai. Begitu sopan dan santun terlahir dari kata-kata yang dia rangkai untuk menenangkan hatiku yang kala itu sedang carut marut. Itu kesalahan pertamaku, kenapa aku menanggapinya? Beberapa kali dia mengirimkan pesan singkat untuk menenangkanku. Dan berlanjut, akhirnya kita janjian kopi darat, alasan klise sebenernya, sebagai teman berbagi, mendengarkan curhatku. Kesalahan kedua, kenapa aku mau menemuinya. Mungkin kamu akan menganggapku sangat tolol, dan aku tahu itu. Seharusnya aku menghubungimu, karena aku tahu kamu tak akan pernah mencintaiku, bukan tipemu, dan aku tahu dari dulu, kamu menempatkan sahabat-sahabat mu di ruang yang berbeda dalam hatimu.     ||bersambung||





The Blue

2 03 2012

SI Biru, adalah sebuah mobil sedan tipe hacth back bermerk toyota starlet tahun 1996 turbo look. Aku tidak akan membahas tentang mobil ini, sudah banyak orang yang membahas mobil ini. Bagiku mobil ini bagaikan istriku, ya aku merasa seperti itu. Seorang istri yang setia menemaniku tanpa protes tanpa berkeluh kesah. Beberapa kali menemaniku menempuh jarak yang jauh, tanpa “merengek” mengaduh keberatan. Awal bertemu, sungguh manis, dengan warna biru marun, sangat halus, masih original, interior masih rapi. begitu anggun berjalan dijalan raya. Seiring dengan berjalannya waktu, kini dia tidak muda lagi, tidak secantik dulu…. beberapa baret ada di sana sini. Catnya kini mulai pudar, warnamu tidak semengkilat dulu. Akukah yang salah tidak merawatmu? Maaf, aku tidak bisa…. Aku berada jauh di sini dan dirimu di sana. Jika kamu bertanya, “Kenapa tak kau bawa serta diriku bersama?” maka aku akan menjawab :”Maaf, Aku tak bisa” terlalu jauh… Tapi aku janji, kamu takkan tergantikan, dirimu akan selalu menjadi yang pertama, meskipun nanti aku akan memiliki “istri-istri” lain yang lebih muda, lebih cantik dan lebih gesit dari dirimu, kamu akan tetap mendapatkan ruang utama dalam hatiku.





Indahnya langit Bali

18 07 2009

Senin, 12/07/2009 <04.30 WITA>

Pagi tadi udara sangat dingin, menyengat kulit, kubenahi selimutku untuk mengusir rasa dingin itu.
Kucoba tuk pejamkan mata lagi, namun tidak bisa. Nun jauh di sana sayup-sayup terdengar suara azan sangat lirih.
Suara azan disini memang jarang terdengar, bahkan bisa dikatakan sangat langka. air wudhu terasa lebih dingin
dari pada udara pagi. aku ingin mendekat kembali kepada sang “Causa Prima” yang beberapa waktu lalu telah aku tinggalkan.
Dalam sujudku kupanjatkan doa agar sang Khalik selalu menyertai dan menaungiku dalam perjalanan hidupku. Aku sadar bahwa
selama ini aku egois, hanya meminta jika aku butuh, dalam segala hal. Tak pernah terbayangkan jika sang Khalik tidak Maha
Pemurah.

Seminggu lebih aku melupakan hiruk-pikuk aktivitas dan rutinitas pekerjaan yang tiada akhir. seminggu ini
aku benar-benar menikmati ketenangan di kampung halamanku, di belahan lain waktu nun jauh di sana. Masih terasa kesejukan
udara kampungku, masih terngiang sapaan lembut orang-orang desa kecilku, masih tercium asap mengepul dari bakul nasi yang
digendong untuk suami tercinta di sawah. Masih terlihat semburat pesona cerah wajah petani takkala melihat padinya menguning
siap panen. Aku sungguh menciatai semua itu, alam, hembusan anginnya, gemercik airnya, kicauan burungnya, derit dahan pohonnya
segalanya. Namun, sekarang ironis, meskipun sekarang bidang kerjaku di “sektor itu” aku tak merasakannya. Tapi aku tetap
bersyukur dan menikmati semua ini.

Jam masih menujukkan pukul 05.00 WITA. Sang Mentari belum mendongakkan wajahnya dengan congkak memanasi Bali. Orang-orang
di belahan bumi barat pasti masih terlelap, bercanda dengan mimpi-mimpinya.Kubuka laptopku, yang selama seminggu ini
aku tinggalkan. Masih ada waktu untuk menyelesaikan pekerjaanku yang tertunda. Tulisan “DEAD LINE” masih terpampang jelas
di storeoform di depanku. Ada data-data yang harus aku rekap dan Up Load. Mulai ke sentuh tuts-tuts keboard laptopku dengan
lembut, seakan tanganku bekerja tanpa memperdulikan otakku. Kurasakan sisi positif aku “menghilang” selama seminggu. FRESH!!
Selesai sudah apa yang harus aku kerjakan, tinggal upload.

06.45 WITA

Kubenahi kamarku dan siap berangkat. Udara dingin menusuk tulangku, pagi yang dingin, mendung. Mess masih sepi orang-orang
belum bangun. Jalanan Denpasar masih lengang, hanya beberapa ibu2 yang tampak tergesa-gesa dan mengomeli anaknya yang pemalas.
Kantor masih terasa sepi, mungkin orang – orang berpaham “I Hate Monday”. Segera kuhabiskan sarapanku, dan segera naik ke atas.
ruangan kantorku berada di lantai dua, ini satu hal yang kubenci, harus naik turun tangga meskipun bisa untuk sekalian berolahraga.
Secangkir kopi dan sebatang rokok memicu semangatku. Segera kubuka laptopku, pekerjaan sudah harus cepat diselesaikan, pikirku.
Oh.. ternyata jaringan sedang error. Sial! apa yang salah, minggu kemarin sebelum kutinggal fine-fine aja.

Dibawah masih sepi, ternyata teman-teman yang lain dapat dinas luar. Dikantor hanya tinggal beberapa orang saja. Aku masuk ke ruang
server, ternyata sudah ada pesan “mas, kata pihak telkom jaringan sedang di perbaiki, tolong nanti di confirm”. Yah… apa boleh buat,
ternyata semua tidak berjalan seperti apa yang kuharapkan.

Hari semakin sore, langit mendung kelabu. Membuat si Congkak tak berani menampakkan mukanya. Gerimis turun dengan lembut, membasahi
kaca jendela ruanganku. Aku berdiri, menatap keluar jendela. Orang-orang berlarian menghindari sejuknya gerimis. Hembusan angin
menambah suasana muram hari itu. Tampaknya langit tak bersedia memberi ruang kapada sang mentari, untuk menyemangati hari ini dengan
sinarnya. Tiba-tiba telpon berdering, ” Halo… Mas saya pulang duluan, di bawah sudah tidak ada orang, nanti jangan lupa dikunci
dan bawa aja kuncinya ya…” “Ya!” jawabku singkat.

Aku kembali duduk, menggeliat, uh…lumayan, rasa penat agak menghilang. Jam masih menunjukkan pukul 15.15 WITA, tapi orang-orang
sudah pulang. Aku berpikir sejenak, aku ambil kameraku, aku cek, ternyata foto-foto kemarin belum kutransfer. Sudah lama aku tidak
“hunting” mencari bayangan imajiner yang “mungkin” hanya dapat aku nikmati sendiri. Photography adalah obat penyembuh kejenuhanku
disini.Aku sangat menikmati hal satu ini. Aku ingin merekam semua moment yang ada ke dalam sebuah foto yang semua orang dapat mengimajinasikannya.

Kususuri jalan Kota Denpasar yang mulai padat. Kuta, itulah tujuanku. Sudah lama aku tidak meyambangi tempat ini. Meskipun menjadi
salah satu tujuan wisata, namun aku tidak terlalu tertarik Tempat ini sudah layaknya pasar dengan hiruk-pikuknya. Tapi saat ini kuta
berbeda, lengang. Mungkin musim liburan sudah usai dan hari senin. Hanya beberapa orang dan turis asing yang tampak di situ, termasuk aku.
Aku berjalan menyusuri pantai kuta. Setelah beberapa saat berjalan, aku berhenti. Cocok! pikirku. Tempat ini point yang pas buat nyari obyek.

Langit masih di warnai dengan mendung-mendung sisa gerimis tadi siang, sang matahari mulai lelah memberikan energinya. Sinarnya bagaikan
kuas dan tinta yang memberikan warna-warni pada awan-awan yang berarak memburu sang congkak. Dari ufuk barat terlihat kuning merah menyala,
semakin ke timur warnanya berubah menjadi lebih redup, merah tua, jingga dan akhirnya kelabu.

To Be Continued…………..





||Beatifull Afternon||

20 02 2009

kagebunshin no jutsu……. hape ku berdering, aku kaget dari keseriusanku mempelototi layar laptopku, ada no baru yang masuk, “hari ni cancel pertemuannya” pesan singkat yang ku baca. kuberpikir sejenak, oo.. dari instruktur les privatku, gumanku. Ku lihat lagi layar laptopkku, ah… masih lom konek juga jaringan LAN yang mau dibangun. sudah dua hari ini, aku melakukan analisi jaringan untuk membangun jaringan baru dikantorku. Software Packet Tracer yang aku gunakan memang cukup membantu, tp belum ngasih solusi yang pas buat bangun jaringan yang baru. Rasanya udah jenuh me-utak-atik simulasi jaringan di PT.

uuaahh… aku menggeliat, rasanya enak banget, udara diruangan ini semakin dingin, apa karena hr semakin sore? ah, matahari masih gagah di langit barat, ooh… ini rupanya, pantesan dingin, AC di set 16 derajat dengan Flow Fan maksimun… ku matikan AC ruangan, sepi, orang-orang sudah pulang, wah sudah jam 5 waktu Bali rupanya. Turun. Lantai satu juga sudah sepi, berarti tinggal aku sendiri pikirku.Cepat-cepat aku bereskan barang2ku. cabut!

Jalanan masih biasa, ga terlalu rame. Renon, masih banyak orang yang berolah raga sore, padahal matahari sudah ga berani lagi memperlihatkan sinar keangkuhannya….

bersambung…..

>lanjut…<

Sore semakin terasa, matahari semakin meredup, langit seketika berubah warna, dari biru dengan bercak awan putih dan abu2 menjadi jinga, kuning dan ungu… wuih… gradasi warna yang sangat indah. Tuhan menunjukkan kekuasaaanya, sang pencipta keindahan menunjukkan tajinya, sekarang manusia bisa melihat jangkauan otak dan rasa mereka belum ada apa2 nya dibandingkan dengan seni ciptaan tangan tuhan.

Termenung, itu yang ku lakukan, jalan Tukad Badung semakin sepi, cahaya semakin menghilang, namun langit semakin indah ditatap. Tiba2 buyar… ah.. sialan lupa ga bawa kamera! secepat kilat aku kembali ke mess ngambil kameraku, moga2 aja masih dapet momen yang jarang ini. matahari semakin cepat saja tenggelam ketika mau kuambil momennya. tampaknya dia malu dengan ku, dengan berlari kecil aku menuju sawah disamping mess, jepret..jepret.. yah.. yang penting masih dapet lah…

sore itu memang indah…

|| Kalo mo liat fotonya klik aja di http://adextiyan.multiply.com , soalnya ga ngerti cara upload foto di Blog ini :p ||





Kisah Kasih Kadal yang Terjerat

9 10 2008

Ini sebuah kisah nyata yang terjadi di Jepang.

Ketika sedang merenovasi sebuah rumah, seseorang mencoba merontokan tembok. di
Jepang biasanya rumah memiliki ruang kosong di antara tembok yang terbuat dari
kayu.

Ketika tembok mulai rontok, dia menemukan seekor kadal terperangkap di
antara ruang kosong itu karena kakinya terjerat pada sebuah paku. Dia
merasa kasihan sekaligus penasaran.

Lalu ketika dia mengecek paku itu, ternyata paku tersebut telah ada disitu
sejak rumah itu pertama kali dibangun 10 tahun lalu. Apa yang terjadi? Bagaimana
kadal itu dapat bertahan dengan kondisi terperangkap selama 10 tahun???

Dalam keadaan gelap selama 10 tahun, tanpa bergerak
 sedikitpun, itu adalah
sesuatu yang mustahil dan tidak masuk akal.

Orang itu lalu berpikir, bagaimana kadal itu dapat bertahan hidup selama 10
tahun tanpa berpindah dari tempatnya sejak kakinya melekat pada paku itu!

Orang itu lalu menghentikan pekerjaannya dan memperhatikan kadal itu, apa yang
dilakukan dan apa yang dimakannya hingga dapat bertahan.

Kemudian, tidak tahu darimana datangnya, seekor kadal lain muncul dengan
makanan di mulutnya.... Ahhhh!

Orang itu merasa terharu melihat hal tersebut. Ternyata ada seekor kadal lain
yang selalu memperhatikan kadal yang terperangkap itu selama 10 tahun.

Sungguh ini sebuah cinta... tentu cinta yang indah. Cinta dapat terjadi
bahkan pada hewan yang kecil seperti dua ekor kadal itu. Apa yang dapat
dilakukan oleh cinta? tentu saja sebuah keajaiban.

Bayangkan, kadal itu tidak pernah menyerah dan tidak pernah berhenti
memperhatikan pasangannya
 selama 10 tahun. Bayangkan bagaimana hewan yang kecil
itu dapat memiliki karunia yang begitu menganggumkan.

Sungguh, ini tidak lain merupakan satu bagian (kecil) dari cara Allah
memelihara ciptaan2-Nya. Kepada orang2 yang dikehendaki-Nya, Dia
memperlihatkan keajaiban2 seperti hal diatas agar semakin yakinlah orang2 yang
beriman kepada-Nya. Subhanallah.







Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 93 pengikut lainnya